Mamusta Sheikh Aziz Babaei, Imam Jumat dan Jamaah Sadeghieh,Tehran menganalisis pentingnya kebaikan dalam webinar “Imam Husein as, Revivalis Agama Islam”, yang diselenggarakan oleh Forum Dunia untuk Pendekatan Agama Islam .
Menurut Pars Today mengutip Mehr News, Sheikh Aziz Babaei dalam konteks ini mengatakan, Amar makruf dan nahi munkar adalah inti dari Syariat Islam dan tugas utama semua nabi dan imam, karena dengan kewajiban besar ini, sistem Islam menjadi sempurna.
Sheikh Aziz menambahkan, Kita melihat sebagian umat beragama menyimpang dari agamanya karena kebodohan dan ketidaktahuan, atau karena mengikuti hawa nafsu, atau mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya serta menempatkan penindas pada tempatnya. Tidak diragukan lagi dalam kondisi yang demikian muncul penyimpangan besar di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Allah Swt memeringatkan kita dalam Al-Qur'an agar kita tidak mengalami nasib seperti Bani Israil.
Mamusta Sheik Aziz Babaei menjelaskan:
“Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menganggap kelompok-kelompok yang menjunjung tinggi kewajiban amar ma'ruf dan melarang kemunkaran, termasuk orang-orang yang selamat. Artinya, mereka yang dikhususkan selamat.”
Imam Jumat dan Jamaah Sadeghieh,Tehran mengingatkan: Faktanya adalah ketika dosa dan pelanggaran menyebar dan berlipat ganda dalam suatu masyarakat dan tidak ada perubahan positif dalam masyarakat tersebut karena amar ma’ruf dan nahi munkar, penyebaran dosa ini menyebabkan kehancuran seluruh masyarakat.
Mamusta Babaei mengakui: Allah Swt dalam Surat at-Taubah ayat 71 menyebutkan amar makruf dan nahi munkar lebih dahulu dari salat dan zakat. Oleh karena itu, ini menunjukkan keagungan dan kebesaran ibadah.
"Dalam kitab tafsir Ibu Katshir disebutkan salah satu sifat terpuji Rasulullah Saw adalah memerintahkan manusia untuk berbuat baik, dan melarang melakukan perbuatan buruk. Beliau hanya memerintahkan perbuatan baik, dan melarang kemungkaran," tambahnya.
Mamusta Babaei menambahkan: Tuhan terkait sifat terpenting Muslim menyatakan, Kalian adalah umat terbaik yang muncul untuk kemaslahatan manusia, tapi selama kamu melakukan amar makruf dan nahi munkar.
Imam Jumat dan Jamaah Sadeghieh,Tehran mengakui:
Allah Swt berfirman di tempat lain bahwa perbedaan antara mukmin dan orang munafik terletak pada sifat laki-laki dan perempuan mukmin yang memerintahkan amal saleh dan melarang perbuatan buruk, sebaliknya laki-laki dan perempuan munafik saling mengajak untuk berbuat buruk dan menghalangi perbuat baik.
Di akhir pembicaraannya, ia mengatakan: Contoh terbaik amar makruf dan nahi munkar adalah gugurnya Imam Husein as dan kebangkitan Asyura. Oleh karena itu, kita tidak boleh melalaikan amar makruf dan nahi munkar, dan kita harus memiliki perhatian khusus terhadapnya. (MF)
342/